Ini Dia Beberapa Hal Penting Mengenai Akikah Si Kecil

Dalam masyarakat kita, aqiqah si kecil ialah suatu hal yang umum dilaksanakan. Ketika bayi lahir, seorang muslim yang baik ikut serta memikirkan kapan dan bagaimana aqiqah anak dilaksanakan.

Secara bahasa, aqiqah (aqiqah) berarti memotong. Sedangkan secara istilah berarti sembelihan untuk si kecil yang baru lahir sebagai rasa syukur kepada Allah Swt. dengan niat dan syarat-syarat tertentu. Peraturan aqiqah berdasarkan kalangan Syafi’i dan Hambali merupakan sunah muakadah.

  1. Waktu Penyembelihan
    Penyembelihan binatang untuk akikah si kecil dianjurkan dilaksanakan pada 7 hari sesudah buah hati lahir. Hal itu cocok dengan hadis dari Baihaqi dari Abdullah ibn Buraidah, dari ayahnya, dari Nabi saw. Namun, jikalau belum cakap, akikah dijalankan pada saat sanggup mengerjakannya.

  2. Hewan yang Disembelih
    Binatang yang disembelih untuk aqiqah si kecil yakni domba dewasa yang telah memiliki gigi seri. Pilihlah domba atau kambing yang sehat serta tidak ada cacatnya. Semakin besar dan gemuk domba atau kambing karenanya hal itu akan semakin baik.

Tak ada ketentuan apakah binatang yang disembelih semestinya jantan atau betina. Tapi, lebih diutamakan domba jantan. Tujuannya untuk melestarikan reproduksi ragam hewan hal yang demikian.

  1. Jumlah Hewan
    Jumlah binatang yang disembelih tergantung dari tipe kelamin si kecil. Seandainya Anda mau mengakikahkan anak laki-laki maka domba atau kambing yang disembelih berjumlah dua ekor. Sementara, apabila ingin akikah anak cewek, domba atau kambing yang disembelih berjumlah satu ekor.

Cek juga berbagai info mengenai http://jakarta.nur-aqiqah.com/jasa-paket-aqiqah-di-jakarta-barat/.

  1. Penerima Aqiqah
    Apabila orang yang layak menerima sedekah yakni fakir serta miskin, demikian pula dengan penerima akikah, yakni orang fakir dan miskin di kalangan umat Islam. Baik juga apabila daging aqiqah dikasih terhadap orang-orang terdekat seperti tetangga, mereka yang terlibat dalam pelaksanaan persalinan seperti bidan atau dokter, buah hati yatim-piatu di sekitar rumah, dan kerabat.

  2. Berikan Daging Matang
    Daging akikah sebaiknya diberi dalam keadaan matang. Dengan memberikan daging yang sudah matang, tentu tak akan merepotkan orang-orang
    yang menerimanya. Mereka tinggal menyantap makanan tanpa harus memasaknya secara khusus dahulu.